Sunday, March 31, 2019

ILMU ALAMIAH DASAR METODE ILMIAH, SIKAP ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILMIAH


ILMU ALAMIAH DASAR
METODE ILMIAH, SIKAP ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH
OPERSIAONAL METODE ILMIAH

OLEH :
RASYID RIDHO (I1B118061)
PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA

Dosen Pengampu :
Minarni,S.Pd, M.Si







I.                   METODE ILMIAH

Metode Ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut berkali-kali hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Menurut Almadk (939) “metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran sedangkan Ostle ( 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu intoleransi.”
Pada uraian diatas kita telah mengetahui adanya perkembangan pola pikir manusia dimulai dari zaman Babylonia (kurang lebih 650 SM) dimana orang percaya kepada mitos ramalan nasib berdasarkan perbintangan bahkan percaya adanya banyak dewa. Ada dewa angin, dewa matahari, dewa petir dan sebagainya. Pengetahuan itu mereka dapatkan dengan cara antara lain :
·            Prasangka yaitu suatu anggapan benar padahal baru merupakan kemungkinan benar atau kadang-kadang malah tidak mungkin benar
·            Intuisi yaitu suatu pendapat seseorang yang diangkat  dari perbednaharaan pengetahuannya terdahulu melalui suatu proses yang tidak disadari. Jadi seolah-olah begitu saja muncul pendapat itu tanpa dipikir. Pengetahuan yang dicapai dengan cara ini sukar dipercaya . Ungkapan-ungkapan sering juda masuk akal namun belum tentu cocok dengan kenyataan
·            Trial and Tror yaitu metode coba-coba atau untung-untungan. Cara ini dapat diibaratkan seperti seekor kera yang mencoba meraih pisang dalam sebuah kerangkeng dari percobaan kohler seorang psikolog Jerman. Kera itu daengancara coba-coba akhrinya dapat juga meraih pisang dengan menggunakan sebuah tongkat.
Pada zaman yunani orang cenderung untuk mengikuti ajaran dari para ahli pikir ataupun para penguasa. Namun ajaran-ajaran ini ternyata banyak yang keliru karena ahli-ahli pikir itu terlalu mengendalikan atas pemikiran atau akal sehat dan kebenaran yang dianut itu adalah yang masuk akalnya.
Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut termasuk pada golongan pengetahuan yang ilmiah atau disebut dengan ilmu pengetahuan itu. Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah bila pengetahuan itu memenuhi 4 syarat yaitu objektif, metodik, sistematis dan berlaku umum.
·         Objektif artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya. Maksudnya adalah bahwa kesesuain atau dibuktikan dengan hasil penginderaana atau empiri.
·         Metode artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu dan terkontrol dengan kata lain adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebeneran konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata yunani “metodis” tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
·         Sistematik artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, salah satu dengan yang lain saling berkaitan saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh
·         Berlaku umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
Ditinjau dari sejarah cara berfikir manusia pada dasarnya terdapat 2 cara pokok untuk memperoleh pengetahuan yang benar, ialah
·         Cara yang didasarkan pada rasio paham yang dikembangkan dikenal dengan rasionalisme
·         Cara yang didasarkan pada pengalaman paham yang dikembangkan disebut dengan empirisme
METODE ILMIAH JOHN DEWEY
Cara-cara non ilmiah (unscientific) membuat manusia tidak merasa puas . Cara ini menggunakan cara berfikir deduktif dan induktif dimana perpaduan ini disebut dengan berfikit reflektif (reflective thinking). Metode ini diperkenalkan John Dewey antara lain :
·         The Felt Need ( adanya suatu kebutuhan)
Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda perasaannya sehingga dia berusaha mengungkap kebutuhan tersebut.
·         The Problem ( Masalah)
Dari kebutuhan yang dirasakan pada tahap The Felt Need diatas diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan (Kebutuhan).Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan para meter yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian.
·         The Hypothesis (menyusun hipotesis)
Jawaban atau pemecahan masalah sementara yang masih merupakan dugaan yang dihasilkan misalkan dari pengalaman, teori dan hukum yang ada.
·         Collection of Data as Avidance (merekan data untuk pembuktian)
Membuktkan hipotesis dengan eksperimen, pengujian dan merekam data di lapangan. Data-data dihubungkan satu dengan yang yang lain untuk ditemukan kaitannya. Proses ini disebutkan dengan analisis-analisis dilengkapi dengan kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis.
·         Concluding Belief ( Kesimpulan yang diyakini kebenarannya)
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahap ke-4, dibuatlah sebuah lesimpulan yang diyakini mengandung kebenaran, khususnya untuk kasus yang diuji.
·         General Value of the Conclusion ( Memformulasikan kesimpulan umum)
Kesimpulan yang dihasilkan tidak hanya berlaku untuk kasus tertentu, tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa teori konsep dan metode) yang bisa berlaku secara umum untuk kasus lain yang memiliki kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan diatas.
II.                SIKAP ILMIAH
·         Jujur
Seorang ilmuwan wajib melaporkan hasil pengamatannya secara objektif. Seorang ilmuwan dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja tidak lebih jujut dari manusia lainnya. Tetapi dalam penelahaan ilmiah ada hal-hal yang memaksa pada ilmuwan, yakni yang kita sebut factor control. Disamping control internal ada juga control eksternal. Dalam hal ini ilmuwan lain akan mengulangi penelitian ilmuwan pertama dengan kondisi yang dbuat serupa. Seterusnya ilmuwan ketiga dapat pula menguji penelitian diatas. Karena itu laporan ilmuwan haruslah dibuat sejujur-jujurnya dan penelitian menjadi terbuka untuk pengulangan. Memang seorang ilmuwan harus jujur dalam melaksanakan laporan penelitiannya.
·         Terbuka
Seorang ahli ilmuwan haruslah bersikap transparan terhadap hasil penelitiannya sehingga tidak ada pihak yang merasa dibohongi ataupun ditipu. Dengan bersikap terbuka ilmuwan dapat menerima segala bentuk kritik serta saran terhadap hasil penelitiannya.
·         Toleran
Seorang ilmuwan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bahkan bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin lebih banyak pengetahuannya bahwa pendapatnya mungkin saja salah sedangkan pendapat orang lain mungkin benar. Ia bersedia menerima gagasan orang lain mungkin setelah diuji. Dalam usaha menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari orang lain. Ia tidak akan melaksanakan pendapatnya dengan orang lain. Ia mempunyai tenggang rasa arau sikap toleran yang tinggi jauh dari sikap angkuh.


·         Skeptis
Ilmuwan pencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragu, skreptic. Ia akan menyelidiki bukti-bukti yang melatarbelakangi suatu kesimpulan. Sikap skeptic ini perlu dikembangkan oleh orang yang berniat memecahkan masalah. Karena itu, setiap organisasi perlu diuji kebenarannya dan perlu dicek. Informasi yang ada perlu diverifikasi terlebih dahulu. Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru boleh mengambil kesimpulan.
·         Optimis
Seorang ilmuwan selalu beranggapan baik. Ia tidak akan berkata bahwa sesuatu itu tidak dapat dikerjakan tetapi akan mengatakan “berikan saya sesuatu kesempatan untuk memikirkan dan coba mengerjakannya”. Ia selalu optimis.
·         Pemberani
Ilmu merupakan hasil dari usaha keras dan sifatnya berupa personal. Ilmuwan sebagai pencari kebenaran akan berani melawan semua ketidakbenaran, penipuan, kepura-puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan mengambat kemajuan.
·         Kreatif
Ilmuwan dalam mengembangkan ilmunya haruslah kreatif. Kreatif dalam hal ini adalah dapat lebih mengeksplor pengetahuan yang dimiliki sehingga nantinya dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna.







III.             LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan obeservasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tesebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi sebuah teori ilmiah.
Kebenaran ilmu alamiah akan terlihat dari metode yang digunakan, jika suatu pengetahuan didapat melalui metode ilmiah maka pengetahuan itu dinyatakan ilmiah dan sebaliknya jika tidak melalui metode ilmiah maka pengetahuan itu dinyatakan tidak ilmiah. Lebih lanjut dibawah ini dijelaskan prosedur dan langkah-langkah metode ilmiah:
·         Pengindraan
Pengindraan merupakan langkah awal yang penting dalam mengenali objek masalah, tetapi akurasi pengindraan tidak dapat dijadikan ajeg kebenaran karena pengaruh kondisi dan sifat pengindraan yang terbatas dalam mengenali objek. Oleh karena itu ahli peneliti perlu terlatih dalam mengindra sebuah objek supaya tidak keliru serta pengindraan dapat ajeg, objektif, perlu dibantu dengan alat indra buatan yang ditera akurasinya seperti thermometer sebagai alat untuk mengukur suhu.
·         Masalah ( Perumusan Masalah)
Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika kita tertarik pada suatu hal. Ketertarikan  ini karena manusia memiliki sifat perhatian. Pada saat tertarik pada sesuatu, sering timbul pertanyaan dalam pikiran kita. Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah juga berarti pertanyaan mengenai suatu objek serta dapat diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan objek tersebut.
·         Pembuatan Kerangka Berfikir
Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antar berbagai faktor yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permasalahan. Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola berfikir logis , analitis dan sintesis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber informasi. Hal itu diperoleh dari wawancara dengan para pakar atau pengamatan langsung.
·         Penarikan Hipotesa
Merupakan jawaban sementara dari pertanyaan masalah. Biasanya ilmu membuat hipotesa terdiri dari dua klausa positif dan negatif yakni dua jawaban yang satu dengan yang lainnya saling bertolak belakang, diantara kedua hipotesa itu diharapkan salah satunya dapat didukung oleh fakta dan data hasil eksperimen mauoun survey
·         Mengadakan Eksperimen ( Pengajuan Hipotesis)
Pengajuan hipotesis dilakukan dengan cara menganilisis data. Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis dari kumpulan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis.
·         Penarikan Kesimpulan
Penarikan Kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah, sebab telah memenuhi persyaratan keilmuwan. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Dengan demikian ilmu pengetahuan itu disusun secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu dan diuji kebenarannya dan berlaku secara universal.




IV.             KETERBATASAN DAN KEUNGGULAN METODE ILMIAH
1.      Keterbatasan Metode Ilmiah
Kita telah mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Kita mengetahui pula bahwa pancaindra kita juga mempunyai keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta, sehingga kita juga tidak diragukan lagi bahwa faktor-faktor yang dikumpulkan adalah keliru sehingga kesimpulan yang diambil dari faktor-faktor yang keliru itu juga akan keliru. Jadi , kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Tidak semua masalah yang ada di muka bumi ini sampai sekarang dapat dipecahkan dengan metode ilmiah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumamiahdja (1985) bahwa ilmu pengetahuan alam sampai saat ini membatasi kajiannya terhadap sesuatu yang geraknya sama atau lebih kecil dari kecepatan cahaya dan belum memasukkan kajiannya pada sesuatu yang kecepatannya lebih dari kecepatan cahaya, seperti gerak malaikat.
Metode ilmiah tidak sanggup menjangkau atau menguji adanya Tuhan, metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan dengan baik dan buruk atau sistem nilai juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan.
2.      Keunggulan Metode Ilmiah
Ciri khas ilmu pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif , metodik, sistematik dan berlaku umum itu akan membimbing kita pada setiap ilmiah yang terpuji sebagai berikut :
A.    Mencintai kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan itu akan menjurus kearah hidup yang bahagia.
B.     Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut : hal ini dapat menjurus kearah mencari kebenaran terus-menerus.
C.     Dengan ilmu pengetahuan, orang lalu tidak percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena segala sesuatu dialam semeseta ini terjadi melalui suatu proses yang teratur.
D.    Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak. Ilmu pengetahuan yang kita peroleh tentunya akan sangat membantu pada kehidupan kita.
E.     Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk tidak berfikir secara prasangka, tetapi berfikir secara terbuka atau objektif suka menerima pendapat orang lain atau bersikap toleran.
F.      Metode ilmiah membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
G.    Metode ilmiah juga membimbing kita selalu bersikap optimis teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah  kita adalah benar.






Sumber Referensi :
Bakar, Abu dan Fuldiarahman., 2010 Ilmu Alamiah Dasar , FKIP Universitas Jambi, Gaung Persada Press Jakarta.

Mungkin sekian saja yang saya bisa paparkan. Kebanyakan dari hal yang saya sampaikan ini merupakan isi dari buku yang saya cantumkan di sumber referensi. Saya membuat blog ini untuk memenuhi ujian tengah semester mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Saya sangat berterimakasih kepada dosen saya yaitu Ibu Minarni, S.Pd, M.Si yang sudah memberikan saya kesempatan membuatan blog sendiri. Mungkin jika tidak ada tugas seperti ini , saya tidak akan mempunyai sebuah blog saya sendiri :D. Serta teman-teman saya sekelas yang sekarang sedang berjuang membuat blognya masing-masing saya ucapkan selamat berusaha dan terimakasih. Hari-hari dikampus tidak terlalu membosankan karena ada kalian. Kuliah pagi yang berat terasa normal saat kita berbagi cerita dihari libur kita dan tertawa bersama menertawakan hal bodoh yang terasa lucu. Walaupun sulit untuk mengelak kuliah pagi hari apa lagi dihari senin itu banyak sekalo godaannya :D dan kami pun sering terlena hingga kami diharuskan aktif dikelas jika ingin dianggap hadir atas konsekuensi keterlambatan kami. Yahh semua itu pasti ada hal positifnya yang bisa diambil. Sekian dan Terimakasih
Ganbatte and Sayonara






21 comments:

  1. Bagus rasyid ridho ganteng :) . Semangat ya kuliahnya

    ReplyDelete
  2. Sangat bermanfaat buat nmbahin ilmu gua

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat buat nmbahin ilmu gua

    ReplyDelete
  4. Sangat bermanfaat ridho, ni bisa membantu saya lebih tau lagi, semoga sekolah di UBU aku mendpatkan nilai yg baik

    ReplyDelete
  5. Sangat bermanfaat do,trus berkarya

    ReplyDelete
  6. Sangat bermanfaat do,trus berkarya

    ReplyDelete
  7. semangat untuk blog selanjutnya

    ReplyDelete