ILMU ALAMIAH DASAR
METODE ILMIAH, SIKAP ILMIAH DAN LANGKAH-LANGKAH
OPERSIAONAL METODE ILMIAH
OLEH :
RASYID RIDHO (I1B118061)
PROGRAM STUDI : SASTRA INDONESIA
Dosen Pengampu :
Minarni,S.Pd, M.Si
I.
METODE ILMIAH
Metode Ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis ilmuwan
melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut berkali-kali
hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Menurut Almadk (939) “metode ilmiah adalah cara menerapkan
prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran
sedangkan Ostle ( 1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran
terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu intoleransi.”
Pada uraian diatas kita telah mengetahui adanya perkembangan pola
pikir manusia dimulai dari zaman Babylonia (kurang lebih 650 SM) dimana orang
percaya kepada mitos ramalan nasib berdasarkan perbintangan bahkan percaya
adanya banyak dewa. Ada dewa angin, dewa matahari, dewa petir dan sebagainya.
Pengetahuan itu mereka dapatkan dengan cara antara lain :
·
Prasangka
yaitu suatu anggapan benar padahal baru merupakan kemungkinan benar atau
kadang-kadang malah tidak mungkin benar
·
Intuisi
yaitu suatu pendapat seseorang yang diangkat
dari perbednaharaan pengetahuannya terdahulu melalui suatu proses yang
tidak disadari. Jadi seolah-olah begitu saja muncul pendapat itu tanpa dipikir.
Pengetahuan yang dicapai dengan cara ini sukar dipercaya . Ungkapan-ungkapan
sering juda masuk akal namun belum tentu cocok dengan kenyataan
·
Trial
and Tror yaitu metode coba-coba atau untung-untungan. Cara ini dapat
diibaratkan seperti seekor kera yang mencoba meraih pisang dalam sebuah
kerangkeng dari percobaan kohler seorang psikolog Jerman. Kera itu daengancara
coba-coba akhrinya dapat juga meraih pisang dengan menggunakan sebuah tongkat.
Pada zaman
yunani orang cenderung untuk mengikuti ajaran dari para ahli pikir ataupun para
penguasa. Namun ajaran-ajaran ini ternyata banyak yang keliru karena ahli-ahli
pikir itu terlalu mengendalikan atas pemikiran atau akal sehat dan kebenaran
yang dianut itu adalah yang masuk akalnya.
Pengetahuan
yang didapat dengan cara-cara tersebut termasuk pada golongan pengetahuan yang
ilmiah atau disebut dengan ilmu pengetahuan itu. Pengetahuan dapat dikatakan
ilmiah bila pengetahuan itu memenuhi 4 syarat yaitu objektif, metodik,
sistematis dan berlaku umum.
·
Objektif
artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya. Maksudnya adalah bahwa
kesesuain atau dibuktikan dengan hasil penginderaana atau empiri.
·
Metode
artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu dan
terkontrol dengan kata lain adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk
meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebeneran
konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin
kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata yunani “metodis” tertentu yang
digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
·
Sistematik
artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri
sendiri, salah satu dengan yang lain saling berkaitan saling menjelaskan
sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh
·
Berlaku
umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh
seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara
eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
Ditinjau dari
sejarah cara berfikir manusia pada dasarnya terdapat 2 cara pokok untuk
memperoleh pengetahuan yang benar, ialah
·
Cara
yang didasarkan pada rasio paham yang dikembangkan dikenal dengan rasionalisme
·
Cara
yang didasarkan pada pengalaman paham yang dikembangkan disebut dengan
empirisme
METODE ILMIAH
JOHN DEWEY
Cara-cara non
ilmiah (unscientific) membuat manusia tidak merasa puas . Cara ini menggunakan
cara berfikir deduktif dan induktif dimana perpaduan ini disebut dengan
berfikit reflektif (reflective thinking). Metode ini diperkenalkan John Dewey
antara lain :
·
The
Felt Need ( adanya suatu kebutuhan)
Seseorang merasakan adanya suatu kebutuhan yang menggoda
perasaannya sehingga dia berusaha mengungkap kebutuhan tersebut.
·
The
Problem ( Masalah)
Dari kebutuhan yang dirasakan pada tahap The Felt Need diatas
diteruskan dengan merumuskan, menempatkan dan membatasi permasalahan
(Kebutuhan).Penemuan terhadap kebutuhan dan masalah boleh dikatakan para meter
yang sangat penting dan menentukan kualitas penelitian.
·
The
Hypothesis (menyusun hipotesis)
Jawaban atau pemecahan masalah sementara yang masih merupakan
dugaan yang dihasilkan misalkan dari pengalaman, teori dan hukum yang ada.
·
Collection
of Data as Avidance (merekan data untuk pembuktian)
Membuktkan hipotesis dengan eksperimen, pengujian dan merekam data
di lapangan. Data-data dihubungkan satu dengan yang yang lain untuk ditemukan
kaitannya. Proses ini disebutkan dengan analisis-analisis dilengkapi dengan
kesimpulan yang mendukung atau menolak hipotesis.
·
Concluding
Belief ( Kesimpulan yang diyakini kebenarannya)
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada tahap ke-4, dibuatlah
sebuah lesimpulan yang diyakini mengandung kebenaran, khususnya untuk kasus
yang diuji.
·
General
Value of the Conclusion ( Memformulasikan kesimpulan umum)
Kesimpulan yang dihasilkan tidak hanya berlaku untuk kasus
tertentu, tetapi merupakan kesimpulan (bisa berupa teori konsep dan metode)
yang bisa berlaku secara umum untuk kasus lain yang memiliki
kemiripan-kemiripan tertentu dengan kasus yang telah dibuktikan diatas.
II.
SIKAP ILMIAH
·
Jujur
Seorang ilmuwan wajib melaporkan hasil pengamatannya secara
objektif. Seorang ilmuwan dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja tidak lebih
jujut dari manusia lainnya. Tetapi dalam penelahaan ilmiah ada hal-hal yang
memaksa pada ilmuwan, yakni yang kita sebut factor control. Disamping control
internal ada juga control eksternal. Dalam hal ini ilmuwan lain akan mengulangi
penelitian ilmuwan pertama dengan kondisi yang dbuat serupa. Seterusnya ilmuwan
ketiga dapat pula menguji penelitian diatas. Karena itu laporan ilmuwan
haruslah dibuat sejujur-jujurnya dan penelitian menjadi terbuka untuk
pengulangan. Memang seorang ilmuwan harus jujur dalam melaksanakan laporan
penelitiannya.
·
Terbuka
Seorang ahli ilmuwan haruslah bersikap transparan terhadap hasil
penelitiannya sehingga tidak ada pihak yang merasa dibohongi ataupun ditipu.
Dengan bersikap terbuka ilmuwan dapat menerima segala bentuk kritik serta saran
terhadap hasil penelitiannya.
·
Toleran
Seorang ilmuwan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bahkan
bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin lebih banyak pengetahuannya bahwa
pendapatnya mungkin saja salah sedangkan pendapat orang lain mungkin benar. Ia
bersedia menerima gagasan orang lain mungkin setelah diuji. Dalam usaha
menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari orang lain. Ia tidak akan
melaksanakan pendapatnya dengan orang lain. Ia mempunyai tenggang rasa arau
sikap toleran yang tinggi jauh dari sikap angkuh.
·
Skeptis
Ilmuwan pencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragu,
skreptic. Ia akan menyelidiki bukti-bukti yang melatarbelakangi suatu
kesimpulan. Sikap skeptic ini perlu dikembangkan oleh orang yang berniat memecahkan
masalah. Karena itu, setiap organisasi perlu diuji kebenarannya dan perlu
dicek. Informasi yang ada perlu diverifikasi terlebih dahulu. Setelah
bukti-bukti cukup, ilmuwan baru boleh mengambil kesimpulan.
·
Optimis
Seorang ilmuwan selalu beranggapan baik. Ia tidak akan berkata bahwa
sesuatu itu tidak dapat dikerjakan tetapi akan mengatakan “berikan saya sesuatu
kesempatan untuk memikirkan dan coba mengerjakannya”. Ia selalu optimis.
·
Pemberani
Ilmu merupakan hasil dari usaha keras dan sifatnya berupa personal.
Ilmuwan sebagai pencari kebenaran akan berani melawan semua ketidakbenaran,
penipuan, kepura-puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan mengambat
kemajuan.
·
Kreatif
Ilmuwan dalam mengembangkan ilmunya haruslah kreatif. Kreatif dalam
hal ini adalah dapat lebih mengeksplor pengetahuan yang dimiliki sehingga
nantinya dapat menghasilkan sesuatu yang baru dan berguna.
III.
LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL METODE ILMIAH
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan
melakukan obeservasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tesebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis
tersebut dapat menjadi sebuah teori ilmiah.
Kebenaran ilmu alamiah akan terlihat dari metode yang digunakan,
jika suatu pengetahuan didapat melalui metode ilmiah maka pengetahuan itu
dinyatakan ilmiah dan sebaliknya jika tidak melalui metode ilmiah maka
pengetahuan itu dinyatakan tidak ilmiah. Lebih lanjut dibawah ini dijelaskan
prosedur dan langkah-langkah metode ilmiah:
·
Pengindraan
Pengindraan merupakan langkah awal yang penting dalam mengenali
objek masalah, tetapi akurasi pengindraan tidak dapat dijadikan ajeg kebenaran
karena pengaruh kondisi dan sifat pengindraan yang terbatas dalam mengenali
objek. Oleh karena itu ahli peneliti perlu terlatih dalam mengindra sebuah
objek supaya tidak keliru serta pengindraan dapat ajeg, objektif, perlu dibantu
dengan alat indra buatan yang ditera akurasinya seperti thermometer sebagai
alat untuk mengukur suhu.
·
Masalah
( Perumusan Masalah)
Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika kita tertarik pada suatu hal.
Ketertarikan ini karena manusia memiliki
sifat perhatian. Pada saat tertarik pada sesuatu, sering timbul pertanyaan
dalam pikiran kita. Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui
masalah yang akan dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan,
kedudukan, dan alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut. Perumusan
masalah juga berarti pertanyaan mengenai suatu objek serta dapat diketahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan objek tersebut.
·
Pembuatan
Kerangka Berfikir
Merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan antar berbagai
faktor yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab permasalahan. Pembuatan
kerangka berfikir menggunakan pola berfikir logis , analitis dan sintesis atas
keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber informasi. Hal itu
diperoleh dari wawancara dengan para pakar atau pengamatan langsung.
·
Penarikan
Hipotesa
Merupakan jawaban sementara dari pertanyaan masalah. Biasanya ilmu
membuat hipotesa terdiri dari dua klausa positif dan negatif yakni dua jawaban
yang satu dengan yang lainnya saling bertolak belakang, diantara kedua hipotesa
itu diharapkan salah satunya dapat didukung oleh fakta dan data hasil
eksperimen mauoun survey
·
Mengadakan
Eksperimen ( Pengajuan Hipotesis)
Pengajuan hipotesis dilakukan dengan cara menganilisis data. Data
dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau
eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk
memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis yang diajukan untuk
memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis dari
kumpulan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis.
·
Penarikan
Kesimpulan
Penarikan Kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis
yang diajukan itu ditolak atau diterima. Hipotesis yang diterima dianggap
sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah, sebab telah memenuhi persyaratan
keilmuwan. Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk
memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Dengan
demikian ilmu pengetahuan itu disusun secara sistematis dengan menggunakan
metode tertentu dan diuji kebenarannya dan berlaku secara universal.
IV.
KETERBATASAN DAN KEUNGGULAN METODE ILMIAH
1.
Keterbatasan
Metode Ilmiah
Kita telah mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil
kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Kita mengetahui pula bahwa
pancaindra kita juga mempunyai keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta,
sehingga kita juga tidak diragukan lagi bahwa faktor-faktor yang dikumpulkan
adalah keliru sehingga kesimpulan yang diambil dari faktor-faktor yang keliru
itu juga akan keliru. Jadi , kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah
tetap ada. Tidak semua masalah yang ada di muka bumi ini sampai sekarang dapat
dipecahkan dengan metode ilmiah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kusumamiahdja
(1985) bahwa ilmu pengetahuan alam sampai saat ini membatasi kajiannya terhadap
sesuatu yang geraknya sama atau lebih kecil dari kecepatan cahaya dan belum
memasukkan kajiannya pada sesuatu yang kecepatannya lebih dari kecepatan
cahaya, seperti gerak malaikat.
Metode ilmiah tidak sanggup menjangkau atau menguji adanya Tuhan,
metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan
dengan baik dan buruk atau sistem nilai juga tidak dapat menjangkau tentang seni
dan keindahan.
2.
Keunggulan
Metode Ilmiah
Ciri khas ilmu
pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif , metodik, sistematik dan
berlaku umum itu akan membimbing kita pada setiap ilmiah yang terpuji sebagai
berikut :
A.
Mencintai
kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan itu akan menjurus kearah hidup yang
bahagia.
B.
Menyadari
bahwa kebenaran ilmu tidak absolut : hal ini dapat menjurus kearah mencari
kebenaran terus-menerus.
C.
Dengan
ilmu pengetahuan, orang lalu tidak percaya pada takhayul, astrologi maupun
untung-untungan karena segala sesuatu dialam semeseta ini terjadi melalui suatu
proses yang teratur.
D.
Ilmu
pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak. Ilmu pengetahuan
yang kita peroleh tentunya akan sangat membantu pada kehidupan kita.
E.
Ilmu
pengetahuan membimbing kita untuk tidak berfikir secara prasangka, tetapi
berfikir secara terbuka atau objektif suka menerima pendapat orang lain atau
bersikap toleran.
F.
Metode
ilmiah membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan
tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
G.
Metode
ilmiah juga membimbing kita selalu bersikap optimis teliti dan berani membuat
suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah
kita adalah benar.
Bagus rasyid ridho ganteng :) . Semangat ya kuliahnya
ReplyDeleteMakasih -_-. Okee
Deletematerinya sangat membantu
ReplyDeletesemangat
Bagus
ReplyDeleteSangat bermanfaat buat nmbahin ilmu gua
ReplyDeleteSangat bermanfaat buat nmbahin ilmu gua
ReplyDeletesugoii-desu nee
ReplyDeleteMantaaap
ReplyDeleteSangat berfaedah
ReplyDeleteSangat membantu...
ReplyDeleteIni mah mantap banget
ReplyDeleteNice do
ReplyDeleteMantappu
ReplyDeleteSangat bermanfaat ridho, ni bisa membantu saya lebih tau lagi, semoga sekolah di UBU aku mendpatkan nilai yg baik
ReplyDeleteSangat bermanfaat do,trus berkarya
ReplyDeleteSangat bermanfaat do,trus berkarya
ReplyDeletesangat bermanfaat
ReplyDeletesemangat untuk blog selanjutnya
ReplyDeleteLanjutkan untuk menulis
ReplyDeleteLanjutkan untuk menulis
ReplyDeleteLanjutkan untuk menulis
ReplyDelete